BundSay Game 4 (day 4): Gaya Belajar - Origami

Bismillahirrahmanirrahiim...

Saya suka craft. Kalo ditanya “Kenapa?”, jawaban yang paling refleks muncul adalah menyenangkan. Ada sensasi yang dirasakan ketika berhasil membuat sesuatu dengan tangan sendiri, walaupun hasilnya biasa-biasa saja (awalnya :p). Tapi percobaan pertama memang jadi pemicu untuk mencoba lagi dan lagi sampai akhirnya karya yang dibuat benar-benar memanjakan mata dan hati, hehe. Selain itu jadi seperti tantangan untuk diri sendiri, ketika membuat target lalu berusaha untuk mencapainya bukan karena dinilai oleh siapapun.

Craft atau art memang bukan pelajaran yang saya unggul ketika mengerjakannya, yaaa biasa-biasa saja...
Tapi ada kesenangan tersendiri ketika mengerjakannya, yang ternyata setelah baca-baca dari beberapa artikel, efek yang ditimbulkan dari hobi membuat craft adalah efek terapi. Jadi bagi seseorang yang merasa menikmatinya itu artinya memberikan efek menenangkan.
There's survey evidence to support crafting's dopamine effect. In one study of more than 3,500 knitters, published in The British Journal of Occupational Therapy, 81% of respondents with depression reported feeling happy after knitting. More than half reported feeling "very happy." And crafting's reward goes far beyond creation. Seeing the finished product adorning your walls -- or receiving praise from a loved one -- can offer repeated hits of that feel-good chemical. This is your brain on crafting
Beberapa craft yang (saya ingat) pernah saya coba adalah membuat gantungan kunci dari flanel, merajut, papercraft, doodle, scrapbooking, kirigami, membuat pola Islamic geometry dan akhirnya sampai sekarang yang masih terus diekplor adalah origami.






Kenapa memilih origami?

Karena ternyata aplikasi dari origami sangat luas, tidak hanya sebagai pure art, tapi juga menginspirasi sains dan teknologi. Di sini saya merasa menemukan benang merah antara apa yang menjadi minat saya selama ini (sains) dengan hobi saya (origami). Alhamdulillaah... Selain itu karena sekarang saya mendapat amanah menjadi guru sains di sekolah dasar, origami juga menjadi cara yang seru untuk membuat display tugas tidak plain tapi dikreasikan dulu, selain merangsang daya kreativitas mereka juga melatih motorik halus anak-anak.

Salah satu website favorit saya tentang origami:

http://www.oriland.com/

Beberapa artikel yang menjelaskan manfaat origami:

Left Brain and Right Brain at Origami Training by Katrin and Yuri Shumakov
Health Benefits of Origami by LEYLA TORRES
5 Reasons Why Origami Improves Students' Skills

Origami selain sebagai seni melipat kertas yang menimbulkan efek terapi, juga menginspirasi beberapa peneliti internasional dalam berkarya, seperti mendesain satelit luar angkasa agar tidak menggunakan ruang yang terlalu luas ketika dibawa ke luar angkasa dan mendesain teknik pengobatan berupa robot kecil yang bisa merangkai dirinya sendiri kemudian setelah melaksanakan tugasnya di dalam tubuh manusia lalu robot tersebut dapat menghancurkan diri sendiri tanpa melukai tubuh kita. Masya Allah...


A Fold Apart: Origamist Robert Lang's Incredible Paper Creations



Robot Origami: Robot self-folds, walks, and completes tasks


Dari hobi ini membuat saya semakin yakin bahwa tipe belajar saya adalah kombinasi visual (kenampakan karya itu penting bagi saya) dan kinestetis (hobi yang membutuhkan gerakan-gerakan terutama tangan membuat saya lebih betah untuk mengerjakannya, hehe).




#level4 #day4 #Tantangan10Hari
#GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP
#BundaSayang #InstitutIbuProfesional #IIP



Bandung, 2017
Miranti Banyuning Bumi

Tags: Kuliah Institut Ibu Profesional

Posting Komentar

0 Komentar

Langsung ke konten utama