BundSay Game 10 (day 6): Nak, gantian ya ^_^

Bismillahirrahmanirrahiim...

      Adik: “Aku mau main mobil-mobilan yang itu.”
      Kakak: “Gak boleh, ini kan punya kakak!”
      Adik: “Iiiih, itu kan punya sama-sama!”
      Bunda: “Kak, kalo sudah selesai mainnya, gantian ya sama adik ^_^.”

      Kakak: “Aku gak mau main lego, aku mau main boneka aja.”
      Adik: “Nggak! Nggak boleh! Bonekanya lagi main sama aku!”
      Kakak: “Iiiih, itu kan punya sama-sama!”
      Bunda: “Adik, kalo sudah selesai mainnya, gantian ya sama kakak ^_^.”

Kakak tidaklah harus selalu mengalah.
Adik tidaklah harus selalu didahulukan.
Setiap anak punya haknya masing-masing.
Kalo sedang dimainkan kakak, berarti adik yang harus bersabar.
Kalo sedang dimainkan adik, berarti kakak yang harus bersabar.
Setiap anak ada gilirannya masing-masing, harus bersabar gantian ya ^_^.

Jadi teringat masa kecil, beberapa barang sengaja dibelikan oleh orang tua kami tidak untuk masing-masing, tapi berbeda sesuai kebutuhan. Jadi terasa lebih banyak pilihan, kami bisa belajar bermain secara bergantian, belajar bermain bersama, dan belajar bersabar.

Tentang “masing-masing ada gilirannya” jadi ingin berkisah tentang matahari dan bulan.
Kisah ini terinspirasi dari apa yang diamati tadi saat dalam perjalanan pergi-pulang ke kajian Ust. Adi Hidayat, Lc. & Aa’ Gym (saat pergi melihat matahari yang tertutupi sebagian oleh awan “senja” dan saat pulang melihat bulan purnama), serta pas banget diucapkan oleh ust. Adi tentang suami itu matahari (pemimpin) sedangkan istri itu bulan: “Dengan kekuatan bulan aku akan ….” *hayo jadi teringat kartun apa.

Matahari selalu bersemangat menyapa bumi di pagi hari dengan kehangatannya dan selalu berjuang memancarkan panas di siang hari dengan segenap usahanya. Menjelang sore, matahari akan berangsur-angsur menghilang dengan memberikan warna-warna senja untuk sekali lagi dinikmati manusia. Kemudian datanglah bulan dengan malu-malu. Kadang bulan berbentuk sabit, kadang separuh, dan sekali dalam satu masa menunjukkan bentuk utuhnya “purnama”. Bulan tidak pernah hangat atau menyengat seperti matahari, tapi kita tetap membutuhkan bulan karena cahayanya yang lembut. Keduanya memiliki tugas masing-masing dari Sang Maha Sempurna, matahari memberikan energi untuk beraktivitas dan bulan memberikan kenyaman untuk beristirahat.

Ternyata kita bisa belajar dari matahari dan bulan.
Ternyata kita bisa belajar dari malam dan siang.

Setiap benda di langit ada tugasnya masing-masing. 
Mereka bergantian menemani kita untuk selalu ingat pada Allah, Nak ^_^.
Setiap waktu ada keunikannya masing-masing. 
Mereka bergiliran menemani kita untuk semakin mengenal Allah, Nak ^_^.


QS ALI IMRAN: 190

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,”


#level10 #day6 #Tantangan10Hari #GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP #BundaSayang #InstitutIbuProfesional #IIP

Bandung, 2018
Miranti Banyuning Bumi

Tags: Kuliah Institut Ibu Profesional

Posting Komentar

0 Komentar

Langsung ke konten utama